A. Pengertian
Narasi adalah cerita. Narasi adalah karangan yang sisusun berdasarkan urutan waktu, peristiwa atau kronologi atau kejadian yang akhirnya membentuk plot (alur). Pada narasi terdapat kejadian atau peristiwa di dalam satu urutan waktu atau alur. Di dalamnya terdapat tokoh yang menghadapi suatu konflik.
B. Unsur Pokok Narasi
Narasi memiliki 3 unsur pokok, yakni kejadian, tokoh dan konflik.`
1. Kejadian.
Di dalam narasi, kejadian adalah peristiwa yang di alami oleh seorang tokoh.
Misalnya: Aku belajar komputer.
Mamah mencuci piring.
2. Tokoh.
Tokoh adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengalami kejadian atau pelaku kejadian.
Contoh: Aku, kamu, dia, mereka, mamah, papah, kau, dirinya, Rahayu, Rozak, Abdul, Doni.
3. Konflik.
Konflik adalah masalah yang terjadi dalam sebuah bentuk narasi. Di dalam narasi, selalu ada konflik.
Contoh: Aku belajar komputer, tiba-tiba listriknya mati.
Rozak memecahkan pigora kakaknya, sehingga kakaknya marah lalu menamparnya, Rozak pun tak terima yang mengakibatkan adu mulut selama berjam-jam.
C. Macam-Macam Narasi Berdasarkan Isinya.
Berdasarkan Isinya, Narasi dibedakan menjadi 4, yakni : Narasi Ekspositorik, Narasi Sugestif, Narasi Informatif, dan Narasi Artistik.
1. Narasi Ekspositoris.
Narasi ekspositoris adalah narasi yang berisi fakta (Non Fiksi).
Contohnya : Biografi, autobiografi, kisah pengalaman, berita, dll.
2. Narasi Sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berisi fiksi atau khayalan.
Contohnya : Puisi, Cerpen, Novel, dll.
3. Narasi Informatif.
Narasi informatif yaitu narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan tentang kisah seseorang.
4. Narasi Artistik.
Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat sehingga seolah-oleh pembaca atau pendengar melihat kejadian itu. Ketentuannya adalah bersifat logis, berdasarkan kenyataan yang ada, tidak memasukkan unsur sugestif atau bersifat objektif.
D. Alur
Alur dalam narasi dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Maju.
Artinya kejadiannya dimulai dari pengenalan, konflik hingga peleraian.
2. Mundur
Yaitu ketika tokoh menceritakan kejadian di masa lalunya.
3, Campuran
Yaitu campuran antara alur maju dan alur mundur.
E. Pola Narasi
Sebuah narasi memiliki pola dengan urutan awal-tengah-akhir.
1. Awal
Di awal narasi biasanya berupa pengenalan, mulai dari pengenalan tokoh, suasana, tempat, waktu. Bagian awal narasi harus menarik agar pembaca penasaran dan melanjutkan membaca.
2, Tengah
Di bagian tengah berisi konflik, kemudian konflik di arahkan ke peleraian.
3. Akhir
Di bagian akhir adalah bagian akhir dari cerita. Ada 3 macam penyampaian akhir cerita dalam narasi, baik yang fiksi maupun yang non fiksi, antara lain : sedih, bahagia, dan di gantung.
F. Ciri-Ciri Narasi.
* Menurut Gorys Keraf (2000:136)
1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
2. Dirangkai dalam urutan waktu.
3. Berusaha menjawab pertanyaan "Apa yang terjadi?".
4. Ada konflik.
* Menurut Atar Semi (2003:31)
1. Berupa cerita tentang pengalaman penulis atau peristiwa.
2. Peristiwa yang tejadi dapat berupa kenyataan yang ada, imajinasi penulis atau gabungan keduanya.
3. Adanya konflik
4. Memiliki unsur estetika.
5. Menekankan susunan secara kronologis.
G. Langkah-Langkah Menulis Narasi
1. Menentukan tema dan amanat yang akan disampaikan
2. Menetapkan sasaran pembaca
3. Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
4. Bagi peristiwa utama itu kedalam bagian awal, tengah , dan akhir.
5. Rincian peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung.
6. Susun tokoh, perwatakan, suasana, tempat, waktu dan sudut pandang.
7. Mengerti aturan tanda baca dalam kalimat tersebut.
H. Rumus Narasi
Sebuah narasi memiliki rumus 5W+1H. Apa saja itu?
1. What => Apa yang diceritakan? atau apa yang terjadi?
2. Where => Dimana tempat terjadinya peristiwa itu?
3. When => Kapan peristiwa itu terjadi?
4. Who => Siapa pelakunya?
5, Why => Mengapa peristiwa atau kejadian itu terjadi?
6, How => Bagaimana kronologinya?